Gambaran Kadar Glukosa Darah pada Wanita Pengguna Kontrasepsi Suntik 1 Bulan di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.56313/sfb6gg53Abstract
Kontrasepsi suntik adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi suntik kombinasi mengandung hormon esterogen dan progesterone, penggunaan kontrasepsi suntik dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan gangguan pankreas. Perlawanan kerja insulin menyebabkan kerja pankreas semakin berat untuk memproduksi insulin. Semakin lama, pankreas menjadi tidak berfungsi secara optimal dan berdampak pada peningkatan glukosa darah. Dengan terganggunya kerja pankreas sehingga terhambat pembentukan insulin yang menyebabkan terjadinya penumpukan glukosa dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar glukosa darah pada wanita pengguna kontrasepsi suntik 1 bulan dengan menggunakan metode Point Off Care Test (POCT). Metode penelitian deskriptif cross sectional. Hasil penelitian ini dari 27 responden di dapatkan 12 responden meningkat dengan persentase 44,4% dari wanita pengguna kontrasepsi suntik 1 bulan yang telah menggunakan lebih dari 3 bulan pemakaian. Pada penelitian ini di dapatkan bahwa 14 orang responden memiliki kadar glukosa tinggi (lebih dari 110 mg/dl) dengan persentase 52 %, namun hasil analisis menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara lama pemakaian dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar glukosa darah pada pengguna kontrasepsi suntik 1 bulan di Klinik Pratama Afiyah Pekanbaru. Jadi, pengguna kontrasepsi suntik dalam jangka waktu lama dan jumlah IMT berlebih perlu menjadi perhatian.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Journal of Midwifery Sempena Negeri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
